Konsep Menulis dan Menulis sebagai Proses (Materi 11)
KONSEP
MENULIS DAN MENULIS SEBAGAI PROSES
1.
KONSEP MENULIS
A. PENGERTIAN, TUJUAN, DAN MANFAAT MENULIS
a. Pengertian MenulisPengertian Menulis
Menulis merupakan suatu bentuk
komunikasi berbahasa (verbal) yang menggunakan simbol-simbol tulis sebagai mediumnya.
Atau menulis adalah kegiatan penyampaian pesan (gagasan, perasaan, atau
informasi) secara tertulis kepada pihak lain.
b. Unsur-Unsur Dalam Menulis ialah :
1.
penulis sebagai penyampai pesan,
2.
pesan atau sesuatu yang disampaikan penulis,
3.
saluran atau medium berupa lambang-lambang bahasa tulis seperti rangkaian huruf
atau kalimat dan tanda baca, serta
4.
penerima pesan, yaitu pembaca, sebagai penerima pesan yang disampaikan oleh
penulis.
c.
Fungsi dan Tujuan Menulis
Sebagai sebuah kegiatan berbahasa, menulis memiliki sejumlah
fungsi dan tujuan berikut :
1.
Fungsi personal, yaitu
mengekspresikan pikiran, sikap, atau perasaan pelakunya, yang diungkapkan
melalui misalnya surat atau buku harian.
2.
Fungsi instrumental (direktif),
yaitu mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain.
3.
Fungsi interaksional, yaitu
menjalin hubungan sosial.
4.
Fungsi informatif, yaitu
menyampaikan informasi, termasuk ilmu pengetahuan.
5.
Fungsi heuristik, yaitu belajar
atau memperoleh informasi.
6.
Fungsi estetis, yaitu untuk
mengungkapkan atau memenuhi rasa keindahan.
d.
Manfaat Menulis
Graves (1978), salah seorang tokoh yang banyak melakukan
penelitian tentang pembelajaran menulis, menyampaikan manfaat menulis sebagai
berikut.
1. Menulis
Mengembangkan Kecerdasan
Menurut para ahli psikolinguistik,
menulis merupakan suatu aktivitas kompleks. Kompleksitas menulis terletak pada
tuntutan kemampuan mengharmoniskan berbagai aspek, seperti pengetahuan tentang
topik yang dituliskan, kebiasaan menata isi tulisan secara runtut dan mudah
dicerna, wawasan dan keterampilan meracik unsur-unsur bahasa sehingga tulisan
menjadi dan enak dibaca, serta kesanggupan menyajikan tulisan yang sesuai
dengan konvensi atau kaidah penulisan.
2. Menulis Mengembangkan Daya Inisiatif dan
Kreativitas
Dalam kegiatan membaca, seorang pembaca dapat menemukan
segala hal yang diperlukan, yang tersedia dalam bacaan. Sebaliknya, dalam
menulis seseorang mesti menyiapkan dan menyuplai sendiri segala sesuatunya: isi
tulisan, pertanyaan dan jawaban, ilustrasi, pembahasaan, serta penyajian
tulisan. Supaya tulisan menarik dan enak dibaca maka apa yang dituliskan harus
ditata sedemikian rupa sehingga logis, sistematis, dan tidak membosankan. Untuk
dapat menghasilkan tulisan seperti itu, maka seorang penulis harus memiliki
daya inisiatif dan kreativitas yang tinggi.
3. Menulis Menumbuhkan Kepercayaan Diri dan
Keberanian
Menulis membutuhkan keberanian. Ia harus
berani menampilkan pemikirannya, termasuk perasaan, cara pikir, dan gaya tulis,
serta menawarkannya kepada orang lain. Konsekuensinya, dia harus memiliki
kesiapan dan kesanggupan untuk melihat dengan jernih segenap penilaian dan
tanggapan apa pun dari pembacanya, baik yang bersifat positif maupun negatif.
4. Menulis Mendorong Kebiasaan serta Memupuk
Kemampuan dalam Menemukan, Mengumpulkan, dan Mengorganisasikan Informasi
Pada awalnya, seseorang menulis karena ia memiliki ide,
gagasan, pendapat, atau sesuatu yang menurut pertimbangannya penting untuk
disampaikan dan diketahui oleh orang lain. Tetapi, kerap informasi yang
dimiliki tentang isi tulisan tidak dimiliki dengan cukup. Kondisi tersebut akan
mendorong seseorang untuk mencari, mengumpulkan, menyerap, dan mempelajari
informasi yang diperlukan dari berbagai sumber.
2. MENULIS SEBAGAI PROSES
A. PENDEKATAN DAN FASE-FASE DALAM MENULIS
a. Berbagai Pendekatan Dalam Menulis
Menulis adalah sebuah kenyataan yang bersumber dari berbagai
pendapat tentang pembelajaran menulis. Mari kita simak berbagai pendapat dalam
pembelajaran menulis berikut :
1. Pendekatan frekuensi yang menyatakan
bahwa banyaknya latihan menulis atau mengarang, sekalipun tidak dikoreksi, akan
mempertinggi keterampilan menulis seseorang.
2. Pendekatan gramatikal yang
berpendapat bahwa pengetahuan atau penguasaan seseorang akan struktur bahasa
akan mempercepat kemahirannya dalam menulis.
3.
Pendekatan koreksi yang
berkeyakinan bahwa banyaknya koreksi atau masukan yang diperoleh seseorang akan
tulisannya dapat mempercepat penguasaan kemampuannya dalam menulis.
4.
Pendekatan formal yang
mengungkapkan bahwa perolehan keterampilan menulis terjadi bila pengetahuan bahasa,
pengalineaan, pewacanaan, serta konvensi atau aturan penulisan dikuasai dengan
baik (Proett dan Gill, 1986).
b.
Pendekatan Menulis Sebagai Proses
Pendekatan lain dalam menulis di
antaranya adalah Pendekatan Menulis sebagai Proses. Pendekatan ini memandang
bahwa kemampuan dan kegiatan menulis atau mengarang merupakan sebuah proses.
Sebagai sebuah proses, kemampuan menulis berkembang dan diperoleh secara
bertahap melalui belajar, berlatih, serta pemberian balikan, yang terus
menerus.
c.
Fase-Fase Dalam Menulis
Menulis sebagai sebuah aktivitas,
terdiri dari serangkaian kegiatan utuh
yang memiliki hubungan yang interaktif. Rangkaian kegiatan itu terdiri atas
fase:
1.
prapenulisan
Fase prapenulisan merupakan kegiatan
yang dilakukan untuk mempersiapkan sebuah tulisan. Di dalamnya terdiri atas
kegiatan memilih topik, tujuan, dan sasaran karangan, mengumpulkan bahan, serta
menyusun kerangka karangan
2.
penulisan
Berdasarkan kerangka karangan kemudian
dilakukan pengembangan butir demi butir atau ide demi ide ke dalam sebuah
tulisan yang runtut, logis, dan enak dibaca.
3.
pascapenulisan
Dan terakhir, ketika buram (draft) karangan selesai, dilakukan
penyuntingan dan perbaikan. Itulah fase pascapenulisan, yang mungkin dilakukan
berkali-kali untuk memperoleh sebuah karangan yang sesuai dengan harapan
penulisnya.
Komentar
Posting Komentar