Strategi Pembelajaran Keterampilan Berbahasa Menulis (Materi 12)
SRATEGI PEMBELAJARAN MENULIS
KETERAMPILAN BERBAHASA
A. Proses Menulis (writing process) dan Portofolio
a.
Proses Menulis
Sebagai
suatu proses, menulis merupakan keterampilan mekanis yang dapat dipahami dan
dipelajari. Menulis sebagai suatu proses mengandung makna bahwa menulis terdiri
dari tahapan-tahapan. Tahapan-tahapan tersebut adalah pramenulis (prewriting),
penyusunan dan pemaparan konsep ( drafting), perbaikan (revsing),
penyuntingan (editing), dan penerbitan (publisihing) (Tompkins,
1997:10).
1. Pramenulis (prewriting)
Pada
tahap pramenulis siswa berusaha mengemukakan apa yang akan mereka tulis. Dalam
hal ini guru dapat menggunakan berbagai strategi untuk membantu siswa memilih
tema dan menentukan topik tulisan. Topik tulisan sangat menentukan lancarnya
proses menulis. Tema harus sesuai dengan minat dan skemata siswa.
2. Menulis Konsep (drafting)
Tahap
ini siswa mengroganisasikan dan mengembangkan ide yang telah dikumpulkannya
lewat kegiatan curah pendapat dalam bentuk draft kasar. Untuk membantu siswa
mengembangkan ide dan menyusun konsep tulisannya, dapat dilakukan dengan
pemberian chart struktur cerita sebagai media untuk menuangkan semua ide
yang dimilikinya. Hal ini bertujuan agar siswa tidak ragu-ragu, karena pada
tahap berikutnya akan diperbaiki, diubah, dan disusun ulang.
3. Merevisi (revising)
Pada
tahap perbaikan siswa melihat kembali tulisannya untuk selanjutnya menambah,
mengganti, atau menghilangkan sebagian ide berkaitan dengan penggarapan
struktur cerita yang telah ditulisnya.
4. Mengedit (editing)
Penyuntingan
merupakan tahap penyempurnaan tulisan yang dilakukan sebelum dipublikasikan.
Pada tahap ini siswa menulis kembali draft cerita yang telah dibuatnya melalui
pengerjaan chart sehingga menjadi sebuah karangan yang utuh. Pada tahap
ini siswa memperbaiki kesalahan yang bersifat mekanis berkaitan dengan ejaan
dan tanda baca.
5. Publikasi (publisihing)
Setelah
semua tahap terlewati, maka sebagai tahap akhir adalah tahap publikasi. Siswa
mempublikasikan hasil tulisannya melalui kegiatan berbagai hasil tulisan cerita
(sharing). Kegiatan ini dapat dilakukan melalui kegiatan penugasan untuk
membacakan hasil karangan atau ditempel pada majalah dinding sekolah atau di
depan kelas.
b. Penilaian
Portofolio
1. Pengertian Penialaian Portofolio
Yang
dimaksud portofolio menurut Tierney dkk ( 1991:41) adalah “ Systematic
collections by both students and teachers.” Atau koleksi atau kumpulan
sitematik karya yang dikembangkan oleh siswa dan guru. Karya yang dikumpulkan
bisa berupa gambar, karangan, puisi, dan sebagainya.
Dari pengertian di
atas, dapatlah kita lihat manfaat portofolio terutama dalam kegiatan penilaian.
Nampak jelas bahwa portofolio menawarkan sebuah kerangka yang dapat memudahkan
perbaikan bagi siswa dalam menulis.
C. Prinsip-prinsip Proses Menulis
pada prinsipnya teori proses menulis tersebut
dapat dijadikan basis atau dasar pijakan dalam pembelajaran keterampilan
menulis.

D. Teori Pemerolehan Bahasa
a.Teori
Behavioristik, Perilaku respon dalam berbahasa merupakan akibat dari adanya
stimulus (dikembangkan oleh Skinner (1938))
b.
Teori Mentalistik, anak (siswa) dimungkinkan memiliki keterampilan berbahasa,
sebab semua siswa memiliki kemampuan berbahasa sejak lahir.
c.
Teori Bialystok, pembelajaran keterampilan menulis yang berhasil, antara lain
harus ada masukan (input) yang baik sebagai pengalaman belajar siswa.
E. Prinsip-prinsip Pemerolehan Bahasa
(1) Menerapkan prinsip “kuantitas
pengulangan” dalam berlatih menulis.
(2) Menerapkan prinsip “peniruan”.
(3) Menerapkan prinsip “penguatan”.
(4) Menerapkan prinsip ”potensi
bawaan anak”.
5) Menerapkan “penyediaan masukan yang
baik”.
Komentar
Posting Komentar